TERIMA KASIH DAH SUDI MAMPIR KE LAPAK BUTUT REYOT NAN SEDERHANA INI

Mau Tukar Link? Copy/paste code HTML berikut ke blog anda.

Follow by Email

Kategori || Label


Pages

Kamis, 30 Juni 2011

Kerang Luar Biasa

Belajar bisa dari siapa saja,dimana saja,juga kapan saja.Kita bahkan bisa belajar dari binatang,bahkan binatang yang mungkin sering kita anggap sepele,kali ini saya akan mengajak anda untuk belajar dari kerang,ya..seekor,sebuah,atau seonggok kerang.
Ceritanya begini,Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan
lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam." "Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang
bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.
Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap,dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga.
Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".
Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut,karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki : menjadi `kerang biasa'yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'.Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.
So..sahabat mungkin saat ini kamu sedang mengalami penolakan,kekecewaan, patah hati, atau terluka krn orang2 disekitar kamu..cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan didalam hatimu.. "Airmataku
diperhitungkan Tuhan..dan penderitaanku ini akan mengubah diriku
menjadi mutiara2..."
Hidup adalah pilihan sobat,tinggal hati anda yang menentukan,ingin menjadi biasa seperti kerang rebus sekilo goceng,atau menjadi kerang luar biasa yang berhasil mengubah air mata,luka dan duka menjadi sebuah mutiara mahal yang tak ternilai harganya.it is a tough choice yup.Sebuah Curhatan yang juga untuk mengingatkan abi kembali....

Komentar :

ada 0 komentar ke “Kerang Luar Biasa”

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

BUKU TAMU


ShoutMix chat widget